Derap waktu memburu,

rindu kian membelenggu,

terselip hasrat penuh harap,

menanti di stasiun tua Jogjakarta.

****

Ku lihat langkah itu berpacu,

kita saling memandang, kemudian bertabrakan.

Terhanyut dalam pelukan,

rindu pun remuk redam.

****

Terguyur remang lampu jalan,

dalam siluet, aku melihat mata seorang hawa

yang datang hadirkan cinta.

****

Stasiun Lempuyangan membisu,

melihat kita tengah bercumbu,

sambil melepas belenggu rindu,

satu per satu.

****

Kini,

dari Jakarta Kota – Jogja Lempuyangan,

semua tersimpan rapi dalam kenangan.

Advertisements