Search

Infierno de Cielo

Jalan Sunyi Pembaruan

Jakarta – Jogja Lempuyangan

Derap waktu memburu, rindu kian membelenggu, terselip hasrat penuh harap, menanti di stasiun tua Jogjakarta. **** Ku lihat langkah itu berpacu, kita saling memandang, kemudian bertabrakan. Terhanyut dalam pelukan, rindu pun remuk redam. **** Terguyur remang lampu jalan, dalam siluet,... Continue Reading →

Advertisements

Kebaya, Kartini dan Nasionalisme

Beragam cara dilakukan untuk memperingati hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April. Mulai dari pawai, baca puisi, hingga bermain surfing, semua dilakukan sebagai representasi semangat emansipasi yang dikaruniakan R.A Kartini kepada seluruh perempuan di negeri ini. Dari beragam cara... Continue Reading →

Kontemplasi Demokrasi

Setelah menggelar kenduri demokrasi paling lama, paling kolosal, dan mungkin paling mahal. Sudah sepantasnya warga Ibu Kota menutup pesta pemilihan kepala daerah 2017 dengan kembang api kebahagiaan dan menyemai kembali segala harapan di tanah batavia. Namun, suasana hiruk pikuk Pilkada... Continue Reading →

Warisan Pemikiran KH Hasyim Muzadi untuk Indonesia

Banjir air mata mengiringi kepergian KH Hasyim Muzadi. Tepat hari Kamis, pagi pukul 06.15, KH Hasyim Muzadi menghembuskan napas terakhir. Mantan Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU) ini diketahui sempat bolak balik menjalani perawatan intensif di RS Lavalette, Malang. Sebelum akhirnya... Continue Reading →

Korupsi Kebebasan Pers

  “Potonglah kaki tangan seseorang lalu masukan di tempat 2x3 meter dan berilah kebebasan padanya. Inilah kemerdekaan pers di Indonesia,” tulis Sok Hok Gie. Larangan siaran langsung terkait sidang korupsi e-KTP menuai protes. Sebab, kebijakan melarang siaran langsung televisi ini... Continue Reading →

Catatan Kontemporer

“Apakah sedemikian buruknya untuk disalahpahami? Pythagoras pernah disalahpahami, demikian pula Socrates, Yesus, Luther, Copernicus, Galileo, Newton, dan setiap spirit murni dan bijak yang berdaging. Untuk menjadi agung adalah untuk disalahpahami” tulis pemikir Amerika Ralph Waldo Emerson. Aku menyadari bahwa setiap... Continue Reading →

Terimakasih Sang Waktu.. Akulah anakmu, hasil perselingkuhan Antara waktu dan masa lalu. Besarkanlah aku Dalam keramaian, dan Dalam kelembutan udara. Cintailah aku Layaknya kasih memadu Dalam segala asa. Bunuhlah aku dalam kesepian, dan Kematian harapan..  

Jakarta – Jogja Lempuyangan (I)

Akulah sang waktu Bersemayam di jantung malam, aku pergi. Dibalik jubah matahari, aku berlari. Di sepanjang jalan lempuyangan, dengan seksama, Drip mengamati   deretan warung di kiri jalan. Dilayangkan pandangannya kearah warung yang tidak begitu ramai, Namun, sepertinya cukup nyaman... Continue Reading →

First blog post

This is the excerpt for your very first post.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑